Kenali Gejala Awal Kolestrol
Gejala Awal Kolestrol

Gayahidupsehatonline.com, Menjaga kesehatan memang haruskan terlebih jika kita masih mampu untuk melakukan kegiatan fisik untuk memulai hidup sehat banyak penyakit yang bisa menyerang siapa saja karena pola hidup yang asal-asalan, salah satunya yaitu kolesterol.

Kolesterol merupakan lemak yang terdapat di dalam aliran darah atau sel tubuh yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon.

Namun apabila kadar kolesterol dalam darah berlebihan, maka bisa mengakibatkan penyakit, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke. Kolesterol yang normal harus dibawah 200 mg/dl. Apabila di atas 240 mg/dl maka Kamu beresiko tinggi terkena penyakit seperti serangan jantung atau stroke. Lantas apa saja gejala awal kolesterol?

Beberapa gejala penyakit kolesterol tinggi yang dampak adalah benjolan berwarna merah atau yang biasa disebut xanthomas yang biasanya disebabkan oleh adanya kolesterol tinggi.

Pada beberapa orang ada juga yang merasakan kesemutan, rasa sakit pada sendi, pusing atau migrain yang sering kambuh. Namun bagaimanapun juga ternyata kolesterol tidak menimbulkan gejala yang spesifik pada kebanyakan kasus.

Menurut salah satu dokter kadar kolesterol dapat diturunkan tanpa menggunakan obat-obatan yaitu dengan cara menerapkan pola hidup sehat karena yang menjadi penyebab kolesterol tinggi adalah sumber makanan.

Meskipun kolesterol dibutuhkan tubuh tetapi organ hati dalam tubuh telah menghasilkan 80% kolesterol sehingga tanpa adanya kolesterol tambahan dari luar tubuh pun kebutuhan sudah terpenuhi.

Selalu Waspada Penyakit Kolestrol
Waspada Penyakit Kolestrol

Ada dua jenis kolesterol yaitu:

  1. Kolesterol jahat ( Low Density Lipoprotein)

Kolesterol LDL adalah lemak yang jahat karena bisa menimbun pada dinding dalam dari pembuluh darah, terutama pembuluh darah kecil yang menyuplai makanan ke jantung dan otak. Timbunan lemak itu semakin lama semakin tebal dan keras, yang dinamakan arteriosklerosis dan akhirnya menyumbat aliran darah.

Kolesterol LDL yang optimal adalah bila kadarnya dalam darah di bawah 100 mg/dl. Kolesterol LDL 100-129 mg/dl dimasukkan kategori perbatasan (borderline). Jika di atas 130 dan disertai faktor risiko lain seperti merokok, gemuk, diabetes, tidak berolah raga, apalagi jika sudah mencapai 160 atau lebih, maka segara perlu diberi obat.

  1. Kolesterol baik ( High Density Lipoprotein)

Kolesterol HDL disebut lemak baik karena bisa membersihkan dan mengangkut timbunan lemak dari dinding pembuluh darah ke hati. Kolesterol HDL yang ideal harus lebih tinggi dari 40 mg/dl untuk laki-laki, atau di atas 50 mg/dl untuk perempuan.

Penyebab kolesterol HDL yang rendah adalah kurang gerak badan, terlalu gemuk, serta kebiasaan merokok. Selain itu hormon testosteron pada laki-laki, steroid anabolik, dan progesteron bisa menurunkan kolesterol HDL, sedangkan hormon estrogen perempuan menaikkan HDL.

Nah daripada Kamu harus mengobatinya lebih baik untuk mencegahnya terlebih dahulu berikut adalah langkah-langkahnya :

  • Mengetahui kadar kolesterol

Umumnya dokter menyarankan agar kadar kolesterol total Kamu di bawah 200 mg/dl, dengan kadar LDL (kolesterol jahat) di bawah angka 130 dan HDL (kolesterol baik) berada di atas angka 40.

  • Menjaga keseimbangan berat badan

Mengurangi berat badan yang berlebih merupakan salah satu cara untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian juga menunjukkan bahwa berat badan yang berlebih dapat mengganggu proses metabolisme tubuh dalam menghancurkan lemak.

Meskipun Kamu hanya mengkonsumsi sedikit lemak, tidak berarti penurunan kadar kolesterol akan segera terlihat. Dalam hal ini Kamu perlu mengurangi 2.5-4.5 kilogram berat badan agar bisa memperbaiki kadar kolesterol.

  • Akitifitas fisik rutin

Salah satu cara untuk mengendalikan kadar kolesterol adalah dengan berolahraga secara rutin. Jalan kaki atau jenis-jenis olah raga ringan lainnya yang dilakukan secara rutin akan membantu meningkatkan HDL. Pastikan bahwa Kamu berolah raga selama 30 menit dalam sehari dan lima hari dalam seminggu.

  • Berkenalan dengan lemak baik

Jika telah terdiagnosa memiliki kadar kolesterol tinggi, biasanya Kamu disarankan untuk menurunkan konsumsi lemak. Sebaiknya Kamu mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal, seperti selai kacang, avokad, minyak zaitun dan kanola, serta kacang-kacangan.

Penelitian membuktikan bahwa jenis lemak tersebut membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam darah, serta meningkatkan HDL.

Berikut cara mengkonsumsi lemak yang baik:

  • Pilihlah minyak nabati seperti minyak jagung atau minyak soya (kedelai) daripada minyak hewani.
  • Baca label yang tertera pada minyak sayur (vegetable oil), lalu pilih yang mengandung terutama lemak tak jenuh rantai tunggal atau jamak.
  • Gantilah daging dengan tahu, kacang, atau sayuran.
  • Pilihlah daging kurus daripada daging sosis atau luncheon meat (daging kaleng)
  • Buanglah lemak pada daging, juga pisahkan kulit pada ayam dan bebek.
  • Banyak makan sayuran, termasuk tahu dan kacang daripada makan daging.
  • Pakai margarin tak jenuh daripada butter
  • Pilihlah susu rendah lemak (low fat) daripada susu full cream

Banyak cara untuk menghindari terjadinya kolesterol maka dari itu menjaga kesehatan dan pola hidup adalah hal terpenting, demikianlah ulasan mengenai gejala awal kolesterol dan informasi seputar kolesterol semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here