Memakai Alat Kontrasepsi Spiral
Alat Kontrasepsi Spiral

Gayahidupsehatonline.com, Mempunyai keturunan memang idaman setiap pasangan, anak merupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita, banyak juga yang menantikan sang buah hati dengan waktu yang lama setelah menikah karena belum diberi atau ada masalah pada pasangan tersebut.

Banyak perempuan pula yang hamil mesti tidak direncanakan karena tidak menggunakan pengaman, maka dari itu penting memakai alat kontrasepsi sangat dianjurkan untuk setiap pasangan yang tidak menginginkan kehamilan yang tidak di rencanakan atau sudah memiliki anak yang cukup.

Pentingnya Merencanakan Kehamilan
Merencanakan Kehamilan

Banyak alat kontrasepsi yang ditawarkan oleh dokter kandungan atau bidan seperti pil KB, suntik, cincin vagina, kondom, spiral dan masih banyak lagi dengan berbagai macam varian.

Salah satu yang banyak digunakan yaitu alat kontrasepsi spiral atau sering disebut juga IUD. IUD merupakan alat kontrasepsi berbahan dasar plastik yang bentuknya seperti huruf T. Alat ini akan dimasukkan ke dalam rahim. pada alat ini terdapat tali yang akan menggantung dari leher rahim hingga ke dalam vagina.

Sebelum memasukkan KB spiral ke dalam rahim, dokter biasanya bisa memberikan bius lokal atau obat pereda sakit untuk diminum.

Proses pemasangan KB spiral ini hanya berlangsung sekitar 15-20 menit. Alat kontrasepsi spiral ini ada dua jenis yaitu:

  • KB spiral berlapis tembaga

KB ini mengandung tembaga dan tidak mengandung hormon. Efektifitas KB ini dapat mencegah kehamilan hingga 10 tahun sejak pemasangan pada hari pertama.

Cara kerja Kb ini mencegah pembuahan pada sel telur, yaitu dengan melepaskan unsur tembaga secara perlahan-lahan. Tembaga didalam rahim akan menghalangi sel-sel sperma untuk naik dan mencapai sel telur. Dengan demikian, KB spiral tembaga mencegah terjadinya pembuahan.

  • KB spiral mengandung hormon

KB ini dilapisi oleh hormon progestin. Sekali pasang alat ini bisa mencegah kehamilan hingga 3-5 tahun tergantung merk. KB spiral hormon tidak bertahan selama KB spiral tembaga.

Cara kerja KB ini dalam mencegah pembuahan sel telur, yaitu dengan mencegah penebalan dinding rahim sehingga sel telur yang telah dibuahi tidak bisa tumbuh. KB ini juga bisa membuat leher rahim dipenuhi lendir yang lengket sehingga sperma tidak bisa masuk ke rahim.

selain KB spiral ampuh menahan kehamilan tetapi ada sisi positif dan negatif dari penggunaan KB spiral tersebut seperti:

Sisi Positif  KB spiral berlapis tembaga

  • Bisa dipakai sebagai alat KB darurat jika dipasang waktu lima hari setelah hubungan seks tanpa alat pengaman.
  • Bisa dilepas kapan saja
  • kesuburan bisa kembali dengan cepat setelah pelepasan.
  • risiko terkena kanker endometrium dan kanker serviks menurun.
  • KB jenis ini tidak membawa risiko efek samping seperti metode kontrasepsi hormonal lainnya.

Sisi positif KB spiral hormon

  • Mengurangi nyeri saat haid dan sakit akibat endometriosis.
  • Mengurangi risiko terkena kanker serviks dan kanker endometrium.
  • setelah dilepas, kesuburan kamu bisa kembali normal dengan cepat.
  • pendarahan menstruasi berkurang setelah beberapa bulan penggunaan.
  • Penggunaan KB jenis ini bisa membuat leher rahim dipenuhi lendir. Hal ini bisa menghalang bakteri masuk sehingga risiko kamu terkena penyakit menular seksual menurun.
  • Tidak memiliki risiko terkena efek samping terkait metode kontrasepsi yang mengandung estrogen.
  • tidak membuat kegemukan
  • mengurangi risiko terkena kehamilan ektopik.

Sisi Negatif Dari Penggunaan KB Spiral

Dibalik keunggulannya, KB spiral juga memiliki beberapa kekurangan salah satunya adalah mahalnya biaya pemasangan KB spiral, untuk KB spiral hormon biaya yang harus dikeluarkan kurang lebih sekitar 500 ribu sedangkan untuk tembaga berkisar 800 ribu. Selain itu, jika kamu ingin berhenti menggunakannya, maka hanya dokter yang bisa mencopotnya.

KB ini juga tidak dilengkapi dengan alat pelindung yang bisa mencegah kamu terkena penyakit menular seksual. Oleh karena itu, penggunaan KB ini disarankan bagi kamu yang memiliki satu pasangan seksual saja.

Jika kamu memilih KB spiral hormon, maka kemungkinan kamu bisa terkena kista ovarium. KB spiral hormon juga berpotensi menyebabkan efek samping yang bisa mengganggu, seperti jerawat, sakit kepala, perubahan mood, dan nyeri payudara. Namun kamu tidak perlu khawatir karena efek samping tersebut biasanya hilang setelah beberapa bulan pemakaian.

Jika kamu memilih KB spiral tembaga, maka kemungkinan kamu akan mengalami peningkatan pendarahan menstruasi atau kram.

Kelemahan KB spiral lainnya, yaitu tidak semua orang bisa memakainya, KB spiral tembaga tidak bisa dipakai oleh kamu yang memiliki penyakit radang panggul, kanker serviks, kanker payudara, kelalaian pada rahim, yang mengalami pendarahan vagina tanpa sebab. Beresiko tinggi terkena penyakit menular seksual, atau pernah memiliki masalah saat menggunakan KB spiral.

Bagi wanita tidaklah mudah memilih alat kontrasepsi, maka dari itu sebelum memutuskan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter kandungan, semoga informasi mengenai alat kontrasepsi spiral diatas bisa bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here