Waspadai Kelainan Pada Alat Reproduksi
Kelainan Pada Alat Reproduksi

Gayahidupsehatonline.com, Kelainan pada alat reproduksi manusia dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri. Penyakit yang menyerang alat reproduksi manusia dinamakan juga penyakit kelamin. Pada umumnya, penyakit kelamin ditularkan melalui hubungan seksual.

Selain dengan menjaga kesehatan tubuh, kita juga diharuskan menjaga kebersihan lingkungan, karena virus dan bakteri bisa berkembang mesti di lingkungan yang bersih sekali pun.

Jika sudah sakit kita juga yang akan repot, tidak bisa beraktifitas bahkan harus mengeluarkan biaya untuk berobat, jangan sepelekan kesehatan. Banyak orang yang menyepelekan kesehatan seperti mengabaikan pola makan yang sehat dan lebih memilih makanan praktis atau instan, bahkan mereka tidak mau tau resiko jika memakan makanan tersebut dalam jumlah yang banyak dan berkelanjutan.

Selalu Hindari Penyebaran Penyakit Kelamin
Hindari Penyebaran Penyakit Kelamin

Alat reproduksi sendiri meliputi:

  • Alat reproduksi pria terdiri dari dua bagian utama, yaitu testes, dimana sperma diproduksi dan penis. Penis dan uretra merangkap menjadi sistem urinasi dan reproduksi pada pria. Testis terletak pada kantung eksternal yang disebut scrotum, dimana secara normal testis ini memiliki suhu yang lebih rendah dibandingkan suhu tubuh untuk memfasilitasi produksi sperma.
  • Alat reproduksi wanita adalah ovarium, tuba falopi, uterus, serviks, vagina, dan vulva. Kombinasi dari fungsi organ primer ini akan menjadi sistem produksi.

Terkadang kelainan dapat mengakibatkan ketidaksuburan dan harus segera diobati, terlebih lagi jika ada rencana untuk memiliki keturunan. Kelainan yang terjadi dapat diakibatkan oleh infeksi, kerusakan fisik atau ketidak seimbangan hormon.

Banyak kelainan pada alat reproduksi baik wanita ataupun pria yang bisa dialami setiap orang dan harus kamu ketahui serta waspadai seperti,

Pada Pria:

  1. Hipogonadisme

Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoterone. Gangguan ini menyebabkan infertilitas impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.

  1. Kriptorkidisme

Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau dua testis untuk turun dari rongga abdomen kedalam skrotum pada waktu bayi. Hal ini tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang testosterone. Namun jika belum turun juga langkah selanjutnya harus dilakukan pembedahan.

  1. Urethritis

Urethritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buah air kecil. Organisme yang paling seing menyebabkan urethritis adalah chlamydia tracomathis, ureplasma urealyticum atau virus herpes.

  1. Prostatitis

Prostatitis adalah peradangan prostat yang sering disertai dengan peradangan pada uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menghambat uretra sehingga timbul rasa nyeri ketika buang iar kecil. Penyebabnya dapat berupa bakteri seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri.

  1. Epididymitis

Epididymitis adalah penyakit kelamin yang berupa infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri E.coli dan   Clamydia.

  1. Orkitis

Penyakit kelamin yang berupa peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.

Pada Wanita:

  1. Kanker Vagina

Kanker vagina secara umum tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya, akan tetapi pada banyak kemungkinan terjadi karena iritasi yang di antaranya disebabkan oleh virus. Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser.

2. Kanker serviks

Kanker serviks adalah keadaan di mana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, spertiga bagian atas vagina dan kelenjar limfe pinggul.

3. HIV/AIDS

HIV/AIDS Merupakan penyakit pada kekebalan tubuh yang ditularkan melalui hubungan seksual. HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Cara yang utama agar virus bisa memasuki ke dalam aliran darah adalah melalui luka terbuka di kulit, melalui dinding tipis pada mulut dan mata, melalui dinding tipis di dalam anus atau alat kelamin, melalui suntikan langsung ke pembuluh darah memakai jarum atau suntikan yang terinfeksi. Penyebaran virus yang paling utama adalah dengan cara berhubungan seks melalui vagina dan tanpa pengaman.

4. Kanker Ovarium

Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas. Dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan vagina yang abnormal. Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.

5. Kanker Rahim

Kanker Rahim atau yang sebenarnya adalah kanker jaringan endometrium adalah kanker yang sering terjadi di endometrium, tempat di mana janin tumbuh, sering terjadi pada wanita usia 60-70 tahun.

6. Endometriosis

Keadaan di mana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau juah diluar uterus, misalnya di paru-paru. Gejala endometriosis berupa nyeri perut, pinggang terasa sakit dan nyeri pada menstruasi. Jika tidak ditangani, endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan.

Penanganannya dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan secara intensif, laproskopi, atau bedah laser.

7. Infeksi Vagina

Gejala infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif. Penyebabnya antara lain dengan kelamin, terutama bila suami terkena infeksi, jamur atau bakteri.

Jagalah kesehatan alat reproduksi untuk terhindar dari berbagai kelainan pada alat reproduksi semoga informasi tersebut bisa bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here